20 Juli 2012

Paradoks

Dalam sebuah semesta paralel.

Rahwana yang menyekap Dewi Sinta selama 12 tahun tidak pernah sekalipun menyentuh tubuh sang dewi.
Ia hanya merayu.

Rahwana telah bersumpah, ia hanya mau menyentuh tubuh Dewi Sinta jika Dewi Sinta mencintainya.

Pada pertempuran terakhir melawan Rama, Rahwana yang tinggal seorang diri karena seluruh prajuritnya telah mati keluar dari Alengka dengan 8 kuda pilihan.

Sinta berusaha membujuk Rahwana agar menyerah, dan meminta maaf kepada Rama.

"Ksatria macam apa aku ini!! Menyerah saat jutaan rakyat telah mati karenaku!!", jawabnya kepada Sinta.

Sesaat sebelum Rahwana meninggalkan Gerbang Alengka, Sinta memegang pundak Rahwana dan berkata, "Sejujurnya aku kagum padamu."

"Apakah itu berarti kamu mencintaiku, Sinta?"

Sinta terdiam tidak menjawab.

Hanya air matanya titik di Taman Argasoka.


-Terinspirasi kisah Rama & Sinta menurut Dalang Sudjiwo Tedjo-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar