Teruntukmu,
Rumah Jiwaku
Tahukah kau dalam setiap tinta
Tak pernah habis terucap cinta
Dalam setiap hembus,
Dalam setiap jiwa,
Dalam setiap raga.
Ketika semua asa telah tiada,
Dalammu, ia kembali terjaga.
Ketika kalah adalah pilihan,
Dalammu, ia tiada.
Ketika cinta bukanlah kata, tapi rasa.
Jarak hanya penanda, bukan fakta.
Untuk kita, ia tak nyata.
Kata mereka, rumah adalah tempat hati berada.
Jika itu benar, maka rumahku adalah kamu.
Sekarang tanya hati pada pikirku,
Jika kita, tidak ditakdirkan untuk bersama,
Maka apa itu cinta?
Sukabumi
16.7.2012
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
23 Juli 2012
Hujan
Dalam tiap tetesmu
Kau bawa nafas untukku.
Membantu langit,
mengucapkan rindu pada bumi.
Membantu awan,
sampaikan salam pada bebatuan.
Membantu kering pergi,
Menghadirkan damai memeluk kalbu
dalam tiap hati kecil anak manusia.
Hujanmu buat romansa
Bantuku ucapkan kata cinta
Bantu hati bicara,
Apa yang mulut tak berani kata
Bantu mata sampaikan makna
Yang tak sempat terucap oleh kata
Sekarang,
Tanya diri pada hatiku
Apa itu cinta?
Sukabumi
15.7.2012
Kau bawa nafas untukku.
Membantu langit,
mengucapkan rindu pada bumi.
Membantu awan,
sampaikan salam pada bebatuan.
Membantu kering pergi,
Menghadirkan damai memeluk kalbu
dalam tiap hati kecil anak manusia.
Hujanmu buat romansa
Bantuku ucapkan kata cinta
Bantu hati bicara,
Apa yang mulut tak berani kata
Bantu mata sampaikan makna
Yang tak sempat terucap oleh kata
Sekarang,
Tanya diri pada hatiku
Apa itu cinta?
Sukabumi
15.7.2012
Langganan:
Postingan (Atom)